Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Percetakan Digital (Part 1)

Halaman ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan referensi dari berbagai sumber di internet yang tidak dapat ditampilkan satu persatu.
Ada banyak jenis usaha yang dapat dijalankan dengan basis rumah tangga dan modal yang relatif kecil. Salah satunya adalah PERCETAKAN DIGITAL. Percetakan Konvensional dan percetakan offset tentu memerlukan modal yang sangat besar untuk memulai (Mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah), juga memerlukan  Jenis usaha ini sangat mudah dimulai dengan modal yang sangat kecil. Bagian terbesar yang dibutuhkan adalah kemauan, tekad yang kuat dan improvisasi tanpa henti. Tanpa perlu karyawan yang banyak, bahkan cukup sendirian, kita dapat memulai bisnis ini hingga ketika order datang 2 kali dalam sebulan. Jika terlalu banyak order, kita dapat memberdayakan anggota keluarga lain di rumah. Hal ini tentu jauh lebih efisien dibanding bila kita mempekerjakan karyawan, tentunya akan ada bagi hasil untuk anggota keluarga yang membantu :) .

Modal materi yang diperlukan untuk memulai bisnis ini hanya sebuah PC / Notebook dan sebuah printer desktop. Perkiraan biaya yang diperlukan : PC / Notebook baru standar sekitar Rp. 3.500.000,00 dan Sebuah printer desktop (penulis lebih menyarankan merk EPSON STYLUS T13) sekitar Rp. 700.000,00, dengan total sekitar Rp. 4.200.000,00 , namun pada masa sekarang penulis yakin bahwa hampir semua kalangan saat ini tidak ada yang tidak memiliki komputer PC atau notebook/netbook, dengan demikian biaya yang diperlukan hanya untuk pembelian Printer Epson saja sekitar Rp.700.000, dengan modal tersebut ditambah kreatifitas mengolah gambar menggunakan PC/Notebook kita sudah dapat memulai sebuah BISNIS PERCETAKAN  :) . 


(Pict. 1) Komputer/Notebook + Desain + Printer = Produk Cetakan (Penghasilan Tambahan)



PRODUK APA SAJA YANG DAPAT KITA KERJAKAN DENGAN MODAL SEPERTI DI ATAS??? JAWABANNYA :   BANYAAAK!!! 

Dengan sebuat komputer dan printer desktop, banyak pekerjaan percetakan yang dapat kita kerjakan. Mulai dari Cetak Undangan, Kartu Nama, Brosur, Pamflet, Selebaran, Cetak Photo (dengan kualitas standar, namun harga yang sangat murah), dan masih banyak lagi, tergantung dengan kreatifitas dan improvisasi produk yang akan kita lakukan.


Kita sudah tahu tentang Percetakan Digital, mulai dari Modal Usaha hingga Produk yang dapat dihasilkan, sekarang bagaimana kita memulainya? Pertama yang harus kita lakukan adalah membuat desain sebanyak-banyaknya sesuai kreatifitas kita, JANGAN TERPAKU DENGAN MOTIF YANG BIASA DIPAKAI (hal ini biasa terjadi pada Cetak Undangan, dimana kita terikat pada motif/model yang biasa dipakai akhirnya kita tidak dapat berkembang). Desain undangan, kartu nama dan lainnya sebanyak mungkin. Dalam perancangan undangan dll, tidak diperlukan Aplikasi pengolah gambar yang rumit, cukup dengan MS. Word, kita dapat merancang berbagai macam desain undangan, kartu nama dll, namun jika kita memiliki pengetahuan menggunakan aplikasi lain misalnya Photoshop (Penulis menggunakan ini) dan Corel Draw, maka akan makin luas kreatifitas yang bisa kita kembangkan. Materi berupa berbagai macam gambar yang kita perlukan dapat kita temukan dengan jumlah tak terbatas di Internet, tinggal search di google dan save as atau download gambarnya, maka kita akan memiliki materi yang sangat banyak, bahkan format undangan, kartu nama dan pamflet juga banyak di internet. JANGAN PERNAH PUAS DENGAN DESAIN YANG ADA, terus berimprovisasi, karena semakin banyak pilihan motif, konsumen akan semakin suka, siapa tahu diantaranya ada yang diminatinya, maka kita akan mendapat order yang baru :) . Lakukan Promosi dari mulut ke mulutjangan ragu atau malu, karena jika kita malu terhadap usaha yang kita jalankan, maka usaha itu juga akan malu untuk berjalan dengan kita. Lakukan terus promosi pada siapa saja yang kita jumpai, saudara, keluarga, teman kantor, teman perkumpulan, bahkan orang yang baru kita kenal. Salah satu promosi yang paling kuat efeknya adalah, misalnya ada saudara kita yang membutuhkan undangan untuk acara (eg. khitanan), kita mensupportnya lewat undangan yang kita desain, rancang sebagus mungkin dan terakan nama dan nomor telepon kita di belakang undangan itu, jika kita membuat 500 undangan, berarti kita sudah menyebar iklan ke 500 orang :) . Promosi lainnya adalah meletakkan harga yang murah pada permulaan bisnis ini, jangan ambil untung yang banyak, yang penting makin banyak orang mengenal desain kita dan mengenal usaha kita.

Saya rasa sharing saya di atas cukup untuk kita memulai Bisnis Percetakan Digital, tunggu apalagi? BOSAN JADI PEGAWAI atau PENGHASILAN KURANG , anda dapat memulai bisnis anda sendiri sekarang.

(Pict. 2) Gambaran Studio Percetakan Digital Sederhana, Like it :)
Percetakan Digital sebagaimana saya tuliskan di atas, dapat dikembangkan lagi dengan melebarkan sayap pada bidang yang dapat dikerjakan, menambah jenis produk dan yang pasti makin luas pangsa pasar yang dapat kita masuki. Simak di Page Percetakan Digital (Part 2) yang akan segera diterbitkan.

Terima kasih telah berkunjung dan menyimak.

By. ERRY POLITA RAHAYU
21 April 2011, Pontianak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diary : Memulai Rencana Jangka Panjang (2) Global Tahap I

Bismillahirrahmanirrahim
Selasa, 20 April 2011

Pengembangan usaha yang akan aku lakukan adalah dengan menambah bidang kerja yang akan aku jalani dimana saat ini yang sedang berjalan adalah cetak undangan dan kartu nama dengan printer deskjet. Aku berencana akan membuka jasa cetak foto dari media-media digital seperti dari memory card, flashdisk, cd, handphone, kamera digital, dan sebagainya, bahkan jika modal mencukupi, juga dapat cetak foto dari negatif film.

Gambaran umum dari perencanaan ini adalah aku akan membuka usaha cetak foto berlokasi di rumahku saat ini. Aku tidak mencari lokasi lain, karena selain tidak menambah pengeluaran juga lokasi rumahku walaupun terletak di dalam gang namun sering dilewati orang-orang dan anak-anak sekolah yang mencari jalan tembusan, menurutku itu cukup untuk menjadi sarana promosi. Usaha ini ditargetkan untuk berbagai kalangan yang ingin mencetak hasil fotonya dengan kualitas yang sama dengan fotolab namun dengan harga yang murah dan sangat terjangkau, juga menyenangkan dalam editing foto singkat. Awal dari usaha ini belum dapat diperkirakan, namun dapat dipelajari asal dapat terus berjalan dan jangan sampai gulung tikar sebelum berhasil. Selama aku dapat terus bertahan, berpromosi, improvisasi dan terus mengembangkan usaha ini, Insya Allah akan ada hasilnya. Ini adalah salah satu langkah awal dari perencanaan jangka panjang yang terus tergambar di otakku. :)

Tahapan umum yang kurencanakan adalah sebagai berikut :
1. Memperhitungkan perkiraan biaya yang aku butuhkan dari persiapan hingga usaha ini siap dijalankan.
2. Mencari dana untuk aku jadikan modal usaha ini
3. Setelah dana kudapatkan, baik itu sesuai dengan perkiraan awal ataupun kurang, usaha tetap akan segera 
    dimulai dengan mempersiapkan segala hal yang prioritas menyesuaikan dengan modal yang ada.
4. Lokasi usaha sementara adalah di rumahku dengan ruang tamu akan menjadi front office sementara, dan 
    terasnya akan menjadi ruang tunggu untuk pelanggan.
5. Yang menjalankan usaha ini adalah aku sendiri dengan istriku membantu menjalankan usaha cetak 
    undanganku.
6. Waktu operasional usaha ini yang pasti adalah dimulai sejak aku pulang kantor hingga aku akan istirahat, 
    sekitar Pukul 17.00 s/d 23.00 WIB.
7. Hasil usaha ini tentunya sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan berikutnya.

Penjelasan lebih detil untuk tahapan rencana akan aku tulis di post berikutnya. Semoga berjalan sesuai rencana dan petunjuk Allah swt menyertai dalam perencanaan dan perjalanan realisasinya, hanya dari Allah-lah yang terbaik bagi kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diary : Memulai Rencana Jangka Panjang (1) Rencana Modal

Dari Agenda Diaryku :
Minggu, 17 April 2011
-----------------------

Bismillahirrahmannirrahim

Dengan nama Allah aku menulis ini dan mohon keridhoan-Nya

Dalam beberapa waktu kedepan aku merencanakan untuk mengembangkan usaha kecilku di bidang percetakan. Dalam pengembangannya tentu aku akan sangat membutuhkan biaya berupa materi atau dana. Namun dengan kondisi keuangan dan pendapatanku tahun ini, satu-satunya cara yang dapat aku ambil adalah dengan mengajukan permohonan pinjaman modal usaha di lembaga ataupun bank yang menyalurkan pinjaman untuk usaha mikro. Suatu kebetulan, ada sahabat dari kecilku yang bekerja di salah satu bank berbasis syariah yang menyediakan pinjaman modal usaha, dan dia bekerja sebagai pencari nasabahnya.

Sampai saat ini, belum aku putuskan untuk melakukan pinjaman ini, termasuk besaran modal yang akan aku pinjam. Semua itu karena aku masih harus banyak memikirkan dan merencanakan dengan matang dalam pengembangan usaha ini. Aku tidak ingin jika nanti ternyata pinjaman itu sudah cair, aku menjadi kebingungan sehingga tidak dapat melakukan hal yang maksimal dalam menjalankan modal yang kupinjam itu. Karena jika pinjaman sudah cair, tiap jam-tiap hari dan tiap minggunya hingga masuk 1 bulan akan sangat berarti agar bisa melakukan pembayaran cicilan dari hasil usaha ini, demikian terus menerus setiap bulannya yang harus dipikirkan sampai cicilan selesai dan usaha tetap berjalan bahkan sudah berkembang dari hari pertamanya dijalankan dengan modal pinjaman tersebut.

Modal pinjaman sesungguhnya bukan jalan satu-satunya. Penyisihan atau tabungan dari penghasilan utama sesungguhnya cukup untuk memulai, namun bagi yang tidak sempat menabung, ini adalah jalan yang tepat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

(Diary) Flash Back till now : Dimulai dari perencanaan jangka pendek dan sederhana ditambah sebuah masalah

Senin, 18 April 2011

Saat ini aku bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan II b di daerah tingkat II / kota di Kalimantan. Usiaku 26 tahun dengan masa kerja 6 tahun. Sudah berkeluarga sejak 5 tahun lalu dan dikarunia seorang anak laki-laki yang cerdas dan sehat.

Awalnya aku berencana untuk mencari usaha sampingan untuk menambah penghasilanku sebagai PNS. Dengan keahlian dan hobi mengutak-atik gambar, dan motivasi untuk membuat undangan yang murah meriah bahkan undangan full colour dengan biaya yang terjangkau namun cantik dan unik. Akhirnya aku menjalankan usaha sampingan percetakan menggunakan printer deskjet. Mulai dari undangan pernikahan, khitanan sampai kartu nama pernah ku cetak. Dengan bermodal awal keinginan dan percaya diri serta sebuah laptop dan sebuah printer deskjet  Canon Pixma IP1200 aku memulai usaha ini dengan merancang beberapa undangan pernikahan menggunakan software MS.Word, lalu mencetaknya dan aku tawarkan kepada kerabat-kerabat dekatku.

Pesanan yang pertama adalah 1000 lembar undangan pernikahan dari seorang kerabat orang tuaku yang menikahkan anaknya pada Bulan Mei 2010. Dengan uang DP yang diberikannya ditambah uang simpananku, dipertengahan waktu pengerjaan, aku membeli sebuah printer baru Canon PIXMA IP1980, dengan niat agar aku dapat menyelesaikan pekerjaan pertama ini lebih cepat dengan 2 buah printer dan dikarenakan juga printer yang lama sudah terlalu tua yang kadang suka bermasalah yang akhirnya benar-benar rusak. (Tapi sekarang telah aku perbaiki sendiri :) ). Dalam waktu sekitar 2 minggu, undangan dapat kuselesaikan, dengan harga Rp.750,- perlembar termasuk stiker nama dan plastik pembungkus undangan, aku mendapatkan keuntungan sebuah printer baru Pixma IP1980, tidak banyak yang aku nikmati, karena memang pembelian printer baru bagiku adalah sangat besar manfaatnya sebagai aset baru untuk usahaku dikemudian hari.

Disela-sela waktu kosong tanpa pesanan undangan, sambil terus aku iseng-iseng mencetak foto-foto pribadi dan ternyata hasil cetaknya lumayan bagus, apalagi dengan Mode Best Photo. Melihat kesempatan ini, aku pun juga segera berpromosi, bahwa aku juga menerima cetak foto murah. Walaupun tidak ada pesanan cetak foto sampai saat ini, tapi ide ini yang akan melahirkan salah satu ide besar jangka panjang dikemudian hari.

Pada Bulan Juli 2010, seorang rekan kerja satu ruangan memesan undangan untuk resepsi pernikahannya pada bulan Oktober 2010. Masih menggunakan MS. Word dan Printer IP1980, aku mengerjakan pesanan ini. Awalnya printer ini aku isi ulang tintanya langsung pada cartridgenya dengan tinta suntikan yang biasa dijual perset( warna hitam 2 suntikan atau 3suntikan masing-masing untuk tiap warna), merk DataPrint. Namun setelah mengenal tentang sistem infus, akhirnya aku memasangnya pada printer IP1980-ku  dan beralih ke tinta botolan yang ternyata jauh lebih efektif dan efisien dalam hal biayanya. Dan juga dengan sistem infus pada printer membuat pekerjaan mencetak menjadi lebih efisien waktu, karena daya tampung tinta yang lebih banyak otomatis pekerjaan sekali cetak dapat langsung puluhan bahkan ratusan lembar tanpa takut kehabisan tinta. Alhamdulillah, pembuatan undangan temanku itu tidak terdapat kendala yang berarti dan dapat selesai dalam waktu sekitar 3 minggu untuk 800 undangan full colour warna hitam senilai Rp.850,- perlembarnya.

Dalam pengerjaan undangan temanku tersebut di atas, adapula salah satu teman yang juga rekan seruangan ingin memesan undangan untuk pernikahan adiknya. Undangan full colour berwarna biru tua adalah pilihannya, jumlahnya 450 lembar, namun terjadi kendala yang sangat fatal. Setiap cetak 20 undangan, head warna pada IP1980 selalu rusak, tidak bisa lagi di clean, timbul garis-garis putih hingga akhirnya warna birunya tidak keluar lagi. Untuk mengatasinya aku harus membeli cartridge baru, namun harganya yang mahal (sekitar Rp.280.000,-) jelas-jelas tidak mungkin ditampung dari biaya cetak undangan itu, apalagi sepertinya hal ini akan terjadi berulang kali. Akhirnya aku membeli cartrige bekas yang masih bagus dari pedagang-pedagang online di Kaskus, total cartridge warna yang aku beli 4 buah, lalu aku mempelajari cara kerja sistem infus, sehingga aku bisa memperbaiki sistem itu dan  mengganti sendiri cartridge warna yang rusak tersebut. Namun ternyata jumlah itu masih tidak menyelesaikan masalah, dimana undangan full colour warna biru itu hanya dapat tercetak sekitar 50 lembar, namun tak pernah ada masalah untuk yang full colour wana hitam. Melihat hasil yang seperti itu dan aku juga masih mengerjakan undangan pernikahan temanku yang full colour warna hitam, tak ingin berspekulasi lebih jauh aku pun mengatakan masalah yang sebenarnya pada temanku bahwa aku tidak dapat memenuhi cetakan undangan tersebut dengan printerku yang sekarang, dalam kurun waktu yang tinggal 2 minggu dari acara, dia sangat menyesalkan hal tersebut. Aku ambil inisiatif untuk membeli printer baru untuk menyelesaikan masalah tersebut, karena tanggung jawabku yang telah menerima pekerjaan tersebut, kali ini tidak menggunakan Canon lagi melainkan memilih EPSON type Stylus T13 dengan referensi dari berbagai artikel cetak digital di internet. Namun belum sempat aku lanjutkan cetakan undangan warna biru itu, dia telah mencetak ke percetakan lain yang sebelumnya memang mencetak sebagian undanganya dengan motif berbeda dari undangan milikku, dengan sangat menyesal aku berulang kali meminta maaf akan kejadian tersebut. Itulah kegagalan pertamaku dan sangat menjadi pelajaran bagiku yang akan selalu aku ingat sepanjang hidupku. Dari pelajaran tersebut, aku menetapkan printer cetakku harus dari EPSON, dan dimulai dari pesanan berikutnya sampai saat ini aku masih menggunakan EPSON T13 sebagai mesin cetakku dan telah ada 2 unit yang menemaniku menyelesaikan pesanan-pesanan yang datang di tahun 2011 ini.

Itulah kilas balik dari awal perencanaan dan realisir atas keinginanku untuk menambah penghasilanku. Akan selalu menjadi kenangan dan pelajaran serta pengalaman berharga bagiku dan semoga juga dapat bermanfaat bagi pengunjung.

______
Selesai ditulis,
Selasa, 19 April 2011
11.03 AM



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

(Diary) First day blogging : Antara Rencana - Ikhtiar - Tawakal


Bismillahirramannirrahim

18 April 2011
Senin siang

Siang ini aku berniat menuliskan dan sebisa mungkin menuangkan segala ide dan pikiranku ke blog ini. Semoga dengan izin Allah swt akan menjadi terwujud dan berjalan sesuai rencana.

Dalam perencanaan masa depan, tidak ada hasil yang mutlak yang akan kita dapatkan. Kita dapat memiliki atau mendapatkan hasil yang sama dari yang kita rencanakan, namun bisa pula kita mendapat hasil yang lebih ataupun kurang dari yang kita harapkan. Baik itu sedikit ataupun banyak lebih dan kurangnya, bahkan kita juga bisa mendapatkan hasil yang berbeda sekali dari yang direncanakan atau bahkan bisa saja tidak mendapatkan hasil sama sekali, tapi apapun itu PASTI ADA HASILNYA.

Sangat banyak kemungkinan yang akan kita hadapi dikemudian hari dalam menjalankan segala rencana dan ide, oleh karena itu kita harus memantapkan tekad dan niat, bahwa segala hasil yang akan kita dapat (apapun itu) harus berasal dari usaha dan ikhtiar yang penuh dan maksimal dan apapun hasil yang kita dapat dikemudian hari adalah hasil yang terbaik yang berasal dari Allah swt untuk kita dengan segala hikmah yang tersembunyi di dalamnya.

Semoga halaman ini berguna untuk aku pribadi dan pengunjung blog ini. Berguna untukku agar dapat kubaca berulang kali untuk memantapkan niatku berencana dan berikhtiar untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan untuk mendapatkan keridhoan Allah swt.

Shalawat, salam dan kesejahteraan untuk Nabi Muhammad Saw yang kita cintai beserta para kerabat dan sahabat dan seluruh muslim di dunia serta kepada kedua orang tuaku, anak-anak dan istriku serta saudara-saudaraku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS